JAKARTA - Pernah mendengar makanan ceviche dari Peru yang kondang? Ceviche adalah makanan berbahan ikan yang disajikan tanpa dimasak, tapi cukup direndam air jeruk lemon sehingga dagingnya matang.
Tapi tak usah jauh-jauh ke Peru. Indonesia, tepatnya Sumatera Utara juga punya makanan sejenis ceviche. Namanya nainura.
Bedanya, ceviche disajikan dengan irisan bawang merah besar di atasnya. Sedangkan naniura yang khas Tano Batak itu disiram dengan bumbu halus berwarna kuning. Tanpa aroma amis sedikit pun.
“Anda pasti penasaran kan? Gimana bau amisnya? Gimana rasanya? You mesti coba!” kata Vita Datau, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, di Jakarta.
Naniura adalah salah satu makanan khas Batak Tapanuli Utara yang bisa ditemui di Danau Toba, Medan dan Pematang Siantar. Dahulu kala, naniura hanya dihidangkan untuk raja-raja Batak.
Tapi kini, makanan khas Tapanuli itu sudah bisa dinikmati oleh banyak orang. Bahkan bisa ditemui di restoran terte dilakukan adalah prefunding atau menerbitkan surat utang lebih awal pada tahun ini. Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (PPR) Kemenkeu Robert Pakpahan menuturkan, pemerintah akan menarik utang Rp 50 triliun.
’’Kita lihat situasi kondisi market di sektor keuangan, apakah kondisi Januari lebih sulit atau tidak. Seandainya kondisi likuiditas lebih bagus pada Desember (tahun ini, Red), ada opsi (prefunding, Red),’’ katanya.
Selain itu, lanjut Robert, pihaknya akan mempertimbangkan adanya program tax amnesty. Sebagaimana diketahui, dalam program pengampunan pajak, dimungkinkan adanya sejumlah dana repatriasi yang akan ditampung dalam instrumen keuangan.
Salah satunya, surat utang negara (SUN). ’’Kalau ada inflow deras pada Desember itu, kalau instrumennya kurang, opsinya prefunding. Pemerintah menerbitkan SBN untuk menyerap dana repatriasi tersebut,’’ ungkapnya.
Pembiayaan Rp 50 triliun pada awal tahun akan digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pada Januari tahun depan. Robert menegaskan, dana prefunding itu dimanfaatkan untuk mengatasi kebutuhan yang tidak mungkin ditutup dari penerimaan pajak.
’’Itu untuk membantu pengelolaan kas negara pada 1 Januari 2017. Sebab, memang penerimaan pajak pada Januari tersebut masuknya di atas 10 Januari. Jadi, pemerintah harus menyiapkan yang tanggal 1–10 Januari itu,’’ ucapnya.
Robert menuturkan, pemerintah memutuskan melakukan prefunding untuk berjaga-jaga jika saldo anggaran lebih (SAL) tidak mencukupi untuk menjadi bantalan fiskal pada tahun berikutnya.
Sekadar informasi, selain prefunding, pemerintah mengandalkan SAL. Dalam APBNP 2016, SAL dianggarkan Rp 19,01 triliun. (ken/c5/sof/jos/jpnn)
Read More http://ift.tt/2baOdsc

0 comments:
Post a Comment